Kemaren jumat, sehari sebelum gajian :)
Jam 8.an, berangkat dari hum. (baca: huomahe bapakku). Melaju mulus. Black-Silver SupraX D125 semakin hari semakin lancar aja. Gak lagi terdengar bunyi dit.. dit.. dit.. lagi, hee…
Hari itu aku berencana ke industri sebelum ngantor.
Targetnya : Suzuki Sumber Baru Mobil, Jl. Laksda Adisucipto. Gaya-gayanya jemput anak yang selesai masa praktek industri. Kenapa juga perlu dijemput. Karena waktu itu dianter. Simpel kan? (Emang Jaelangkung yang bisa datang ga dijemput, pulang ga dianter… Eh,sori bang Jae!)
Tapi lebih tepatnya sebenernya masalah penerapan unggah-ungguh kalau bahasa yuNaninya. Budaya kita mengajarkan “berpermisilah” saat bertamu dan hendak pulang. “berterimakasihlah” saat mendapat atau diberi sesuatu. Kok jadi serius gini?
Back to yudhi !
Dari Mino, melaju menuju Jalur Lingkar Utara. Aku memilih arah ke Timur. Melewati jalur ibu-ibu yang sedang berlalu lalang menuju pasar tradisional CondongCatur. Beberapa dari mereka membelokkan diri ke Supermarket, Minimarket yang mulai menjamur dan Lanjutkan …!
Jumat, 12 Maret 2010
Tour de North Ring Road
1. Start dari skul (SEKEJAP:sekolah jamblangan permai..hehe tak gaweke singkatan anyar cah..), melaju melintasi gerbang mendahului avanza gelap.
2. Cebongan market : sepi.. kayaknya dah laku semua, disamping pada lagi jumatan kayaknya. Mendahului truk gede (namanya juga mobil beneran..), terus, terus dan terus... Supra-X utangan ini masih asik melaju.
3. Sampai Terminal jombor (liat2 siapa tau pak heri dah mangkal - aku mau nagih duit pulsa), gak jadi masuk terminal, belok ke arah kanan.
4. Sampai di Jalan Magelang (anak2 jogja memanggilnya jamal.. heran kenapa gak pake singkatan lain misalnya.. Jal.. ah gak jadi), downcounter ijo menunjuk angka 3.. melaju terus..
5. Sampai Monjali (Jogja Return Monument, hee..), masih melaju terus mumpung ijo.. Lagian ada rambu2 : "Orang baik2 jalan terus !"
6. Jakal (singkatan jalan kaliurang) gak sempet pelan untuk sekedar memandang penumpang mio merah di sebelah, rambut bondingnya asik bgt. Melewati bahu, hitam bergaris merah kuning, buru2 sih dah mau merah... di depan ada truk bertuliskan "dasar, mata keranjang".. hee.. asemik !
2. Cebongan market : sepi.. kayaknya dah laku semua, disamping pada lagi jumatan kayaknya. Mendahului truk gede (namanya juga mobil beneran..), terus, terus dan terus... Supra-X utangan ini masih asik melaju.
3. Sampai Terminal jombor (liat2 siapa tau pak heri dah mangkal - aku mau nagih duit pulsa), gak jadi masuk terminal, belok ke arah kanan.
4. Sampai di Jalan Magelang (anak2 jogja memanggilnya jamal.. heran kenapa gak pake singkatan lain misalnya.. Jal.. ah gak jadi), downcounter ijo menunjuk angka 3.. melaju terus..
5. Sampai Monjali (Jogja Return Monument, hee..), masih melaju terus mumpung ijo.. Lagian ada rambu2 : "Orang baik2 jalan terus !"
6. Jakal (singkatan jalan kaliurang) gak sempet pelan untuk sekedar memandang penumpang mio merah di sebelah, rambut bondingnya asik bgt. Melewati bahu, hitam bergaris merah kuning, buru2 sih dah mau merah... di depan ada truk bertuliskan "dasar, mata keranjang".. hee.. asemik !
The Big Bo(r)ss !
Kalian sudah akrab betul kan dengan dunia komputer atau biasa kita panggil kompi. Rasanya gak perlu jawaban. Semua dah tau. Semenjak kompi mulai ditemukan (setelah lama bersembunyi) dan mulai terasa manfaatnya untuk membantu (baca:menjajah) manusia, semenjak itu pula kita sudah ditantang untuk menguasai atau paling tidak bisa mengoperasikannya.
Saat ini susah sekali ditemukan kurikulum di sekolah mana yang tidak mencantumkan materi komputer di dalamnya. Dari tingkat dasar sampai tingkat lanjut, tidak peduli sekolah tersebut sudah memiliki komputer atau belum. Dinas Pendidikan Nasional telah mengeluarkan “perintah” agar sekolah-sekolah mencantumkan materi tentang komputer (Teknologi Informasi) pada kurikulum masing-masing. Bahkan, pada sekolah-sekolah di daerah terpencil telah mulai dikenalkan tata cara penggunaan komputer.
Sebentuk komputer bisa menjadi barang paling keramat di sekolah mereka. Dalam satu sekolah bersiswa lebih dari 200 anak kadang hanya memiliki sebuah komputer untuk siswa, bayangkan bagaimana para pejuang pendidikan yang bergaji sedang itu harus berjibaku melayani para pemakainya. Bergaji sedang?? Iya.. sedang diurus maksudnya.
Kita yang terbiasa hidup di lingkungan berbeda gini, mungkin ga pernah mengalami nasib setragis itu.
Saat ini susah sekali ditemukan kurikulum di sekolah mana yang tidak mencantumkan materi komputer di dalamnya. Dari tingkat dasar sampai tingkat lanjut, tidak peduli sekolah tersebut sudah memiliki komputer atau belum. Dinas Pendidikan Nasional telah mengeluarkan “perintah” agar sekolah-sekolah mencantumkan materi tentang komputer (Teknologi Informasi) pada kurikulum masing-masing. Bahkan, pada sekolah-sekolah di daerah terpencil telah mulai dikenalkan tata cara penggunaan komputer.
Sebentuk komputer bisa menjadi barang paling keramat di sekolah mereka. Dalam satu sekolah bersiswa lebih dari 200 anak kadang hanya memiliki sebuah komputer untuk siswa, bayangkan bagaimana para pejuang pendidikan yang bergaji sedang itu harus berjibaku melayani para pemakainya. Bergaji sedang?? Iya.. sedang diurus maksudnya.
Kita yang terbiasa hidup di lingkungan berbeda gini, mungkin ga pernah mengalami nasib setragis itu.
Deegh !
"Duuh, gimana seh mbak?"
"Maaf, maaf mas.. ga sengaja.. duuh gimana? ada yg luka?"
Apes banget siang itu. Rencanaku sebenernya cuma mo ngambil Fdisk di sekretariat. Buletin harus segera dicetak. Dua hari lagi kan tilem, ntar ga jadi lagi nyebar buletin di Pura (kayak pernah nyebarin aja). Nah, tadi pagi Gusti sang ketua dah marah2 ma aku.
"Renn.. kamu kan kosong siang ni, ambil segera tuh hasil layout. dah aku simpen di flashdisk. terus bawa ke percetakan sekalian ya. awas kalo ga bener lagi. Tau flashdisk kan?"
"Tau lah, temennya Flash Gordon kan?", kataku cuek.
Gusti yang nama aslinya Agustinus itu cuma berlalu sambil manyun. Aku sih maklum karena kayaknya dia lagi banyak pikiran. walaupun sebenernya aku heran juga, bisa juga ya anak itu mikir? banyak lagi. (duuh jahatnya !)
Tapi siang ini aku bener-bener ga bisa maklum. Aku kaget setengah idup, saat Daihatsu Taruna warna hijau tua berhenti mendadak di depanku. Ga cuma itu, tiba-tiba aja tuh mobil mundur tanpa permisi. Jelas aja aku kaget, mengerem mendadak, banting setang, dan...
"Maaf, maaf mas.. ga sengaja.. duuh gimana? ada yg luka?"
Apes banget siang itu. Rencanaku sebenernya cuma mo ngambil Fdisk di sekretariat. Buletin harus segera dicetak. Dua hari lagi kan tilem, ntar ga jadi lagi nyebar buletin di Pura (kayak pernah nyebarin aja). Nah, tadi pagi Gusti sang ketua dah marah2 ma aku.
"Renn.. kamu kan kosong siang ni, ambil segera tuh hasil layout. dah aku simpen di flashdisk. terus bawa ke percetakan sekalian ya. awas kalo ga bener lagi. Tau flashdisk kan?"
"Tau lah, temennya Flash Gordon kan?", kataku cuek.
Gusti yang nama aslinya Agustinus itu cuma berlalu sambil manyun. Aku sih maklum karena kayaknya dia lagi banyak pikiran. walaupun sebenernya aku heran juga, bisa juga ya anak itu mikir? banyak lagi. (duuh jahatnya !)
Tapi siang ini aku bener-bener ga bisa maklum. Aku kaget setengah idup, saat Daihatsu Taruna warna hijau tua berhenti mendadak di depanku. Ga cuma itu, tiba-tiba aja tuh mobil mundur tanpa permisi. Jelas aja aku kaget, mengerem mendadak, banting setang, dan...
Hikss !
Siang itu sebenernya aku punya agenda menyelesaikan tugas Arsitektur 1, saat dia muncul di depan kamar. "sebeel.. sebeel, masak semua harus perfect sih.. Enoo sayang coba liat ini !", keluh Diza yang tak kunjung usai. Tak tahan juga sih walaupun sebenernya aku sudah terbiasa dengan polah tingkah dan keluhan makhluk manis ini.
"Kenapa lagi za..?", Tangan kananku masih asik klak-klik di atas optical mouse yang umurnya belum genap 2 minggu itu. Menjalankan AutoCAD 2006 di kompiku ini serasa lagi mendownload movie kapasitas besar di warnet sebelah rumah, lambat banget ! Tapi ini terpaksa karena koleksi CD-ku pada bermasalah dan AutoCAD bajakan yg bisa aku install tinggal versi ini. Sementara kemampuan komputer ga bisa dibajak untuk lebih cepet.
Di kepalaku masih terngiang2 kalimat dosen minggu lalu, "... dateline untuk tugas arsitektur 1 adalah 15 september jam 9 pagi !! " Dan tadi pagi pas bangun karena bunyi weker tetangga, ... Busyeet sekarang kan tanggal 14 !
"Kak Enoo... denger aku ga sih ??!", Diza mengulang kalimatnya.
"eh Iya, iya.. denger kok, tapi aku sambil kerja ya... knapa za?"
"Nih, coba liat ! masak laporan yang dah siap jilid harus diganti sih cuman gara2 kurang tanda titik !, Ini kan dah hampir dateline ! kamu kan tau sendiri Noo, aku dah susah payah penelitian sampe daerah kaki Merapi, tapi ga ada penghargaan sama sekali, salah ketik sedikit aja jadi permasalahan... apa susahnya sih acc dulu. Paling2 dosennya juga ga mungkin langsung perfect kalo suruh nulis gini, masak... ENOO!! Kamu ga dengerin aku ya !!"
"Kenapa lagi za..?", Tangan kananku masih asik klak-klik di atas optical mouse yang umurnya belum genap 2 minggu itu. Menjalankan AutoCAD 2006 di kompiku ini serasa lagi mendownload movie kapasitas besar di warnet sebelah rumah, lambat banget ! Tapi ini terpaksa karena koleksi CD-ku pada bermasalah dan AutoCAD bajakan yg bisa aku install tinggal versi ini. Sementara kemampuan komputer ga bisa dibajak untuk lebih cepet.
Di kepalaku masih terngiang2 kalimat dosen minggu lalu, "... dateline untuk tugas arsitektur 1 adalah 15 september jam 9 pagi !! " Dan tadi pagi pas bangun karena bunyi weker tetangga, ... Busyeet sekarang kan tanggal 14 !
"Kak Enoo... denger aku ga sih ??!", Diza mengulang kalimatnya.
"eh Iya, iya.. denger kok, tapi aku sambil kerja ya... knapa za?"
"Nih, coba liat ! masak laporan yang dah siap jilid harus diganti sih cuman gara2 kurang tanda titik !, Ini kan dah hampir dateline ! kamu kan tau sendiri Noo, aku dah susah payah penelitian sampe daerah kaki Merapi, tapi ga ada penghargaan sama sekali, salah ketik sedikit aja jadi permasalahan... apa susahnya sih acc dulu. Paling2 dosennya juga ga mungkin langsung perfect kalo suruh nulis gini, masak... ENOO!! Kamu ga dengerin aku ya !!"
Sang Motivator
"Tok.. Tok Tok Tok.. Tok Tok"
"Pada kemana yaa... Oe.. bangun !!!", kata suara di balik pintu.
Masih begitu pagi ketika pintu kantor diketuk. Setidaknya masih begitu pagi buat kami. Tapi untuk Jalan Gejayan, jam 6.00 bisa dibilang padat-padatnya. Lalu lintas di jalan ini hampir tak pernah tidur. Tapi suara bising mesin kendaraan sudah menjadi alunan musik klasik bagi makhluk-makhluk di Misi Computer. Bahkan suara klakson kadang kita anggap terompetnya musik ska atau seruling dangdutnya Evie Tamala. Kebangetan ya. Makanya jam segini masih nyenyak juga tidur kami. Cukup nyenyak, kalo saja tidak ada suara usil tadi.
Dan begitu mendengar ketukan tak beraturan, serta merta empat makhluk tergugah dari tidur dan setengah tidurnya. Mas Edi yang pertama bangun. Langsung berlari ke kamar dalam, untuk melanjutkan perjuangan tidurnya. Nyungsep dengan sempurna di samping Mas Budi yang lagi mimpi dikejar hansip.
Made yg tidur di jajaran kursi juga tergaket. Dia terbangun dengan gaya kungfunya Jacky Chan. Melompat dan segera lari ke dalam. Tidak peduli lagi kursi-kursi yang semalam berjasa menopang tubuhnya kini berhamburan tak tentu arah.
Aku yang terpaksa tidur di lantai beralas karpet dan tikar yang tinggal separoh juga terbangun mendadak, tapi tertahan di pintu tengah karena kalah dengan Made yang telah lebih dulu melayang ke dalam toilet. Sementara Joko yang tengah menikmati nyamannya meja komputer, hanya tergagap sayu sambil berusaha segera membukakan pintu depan.
"Pada kemana yaa... Oe.. bangun !!!", kata suara di balik pintu.
Masih begitu pagi ketika pintu kantor diketuk. Setidaknya masih begitu pagi buat kami. Tapi untuk Jalan Gejayan, jam 6.00 bisa dibilang padat-padatnya. Lalu lintas di jalan ini hampir tak pernah tidur. Tapi suara bising mesin kendaraan sudah menjadi alunan musik klasik bagi makhluk-makhluk di Misi Computer. Bahkan suara klakson kadang kita anggap terompetnya musik ska atau seruling dangdutnya Evie Tamala. Kebangetan ya. Makanya jam segini masih nyenyak juga tidur kami. Cukup nyenyak, kalo saja tidak ada suara usil tadi.
Dan begitu mendengar ketukan tak beraturan, serta merta empat makhluk tergugah dari tidur dan setengah tidurnya. Mas Edi yang pertama bangun. Langsung berlari ke kamar dalam, untuk melanjutkan perjuangan tidurnya. Nyungsep dengan sempurna di samping Mas Budi yang lagi mimpi dikejar hansip.
Made yg tidur di jajaran kursi juga tergaket. Dia terbangun dengan gaya kungfunya Jacky Chan. Melompat dan segera lari ke dalam. Tidak peduli lagi kursi-kursi yang semalam berjasa menopang tubuhnya kini berhamburan tak tentu arah.
Aku yang terpaksa tidur di lantai beralas karpet dan tikar yang tinggal separoh juga terbangun mendadak, tapi tertahan di pintu tengah karena kalah dengan Made yang telah lebih dulu melayang ke dalam toilet. Sementara Joko yang tengah menikmati nyamannya meja komputer, hanya tergagap sayu sambil berusaha segera membukakan pintu depan.
Misteri Penculikan di Malam Valentine
Valentine day, kata orang sih hari kasih sayang. Tapi hari valentine awal milenium ini terasa nyebelin bagi anak-anak di Misi Computer. Bukan hanya karena hampir semua makhluk hidup pengisinya pada jomblo tapi ada kejadian yang mungkin ga bakal terlupakan seumur hidup. Bukan coklat legit nan indah yang didapat tapi was-was malu campur dongkol yang ada.
Ceritanya begini...
Kalian pasti tau dong apa sih yang mulai ngetrend di awal abad 21 ini. Selain tren rambut warna-warni ala kemoceng yang biasa dijual bebas di supermarket, peralatan elektronik yang mini plus canggih juga mulai membanjir. Salah satunya adalah Hape alias telepon genggam.
Telepon genggam berbagai merek dan tipe mulai menjajah negara kita. Layanan pemindahan suara via kabel atau kawat dah mulai jarang dan hanya milik daerah tertentu saja. Namun layanan komunikasi wireles atawa nirkabel sudah siap menjadi polusi udara baru di negeri ini.
"Mas Bud.. liat nie hape ku !" kata Mbak Dian, karyawati kantor PPAT sebelah rental.
Dengan semangat tahun baru 2000 yang masih tersisa dia memamerkan Nokia 3310 yang begitu kecil begitu cerdas. Ga usah kaget, di tahun 2000 hape culun itu masih trend-trendnya. Lebih hebat dari hapenya mas Budi yang mirip interkom itu.
Ceritanya begini...
Kalian pasti tau dong apa sih yang mulai ngetrend di awal abad 21 ini. Selain tren rambut warna-warni ala kemoceng yang biasa dijual bebas di supermarket, peralatan elektronik yang mini plus canggih juga mulai membanjir. Salah satunya adalah Hape alias telepon genggam.
Telepon genggam berbagai merek dan tipe mulai menjajah negara kita. Layanan pemindahan suara via kabel atau kawat dah mulai jarang dan hanya milik daerah tertentu saja. Namun layanan komunikasi wireles atawa nirkabel sudah siap menjadi polusi udara baru di negeri ini.
"Mas Bud.. liat nie hape ku !" kata Mbak Dian, karyawati kantor PPAT sebelah rental.
Dengan semangat tahun baru 2000 yang masih tersisa dia memamerkan Nokia 3310 yang begitu kecil begitu cerdas. Ga usah kaget, di tahun 2000 hape culun itu masih trend-trendnya. Lebih hebat dari hapenya mas Budi yang mirip interkom itu.
Langganan:
Entri (Atom)




